Pemikiran Dalam Bidang Tasawwuf

S Simuh
UIN Sunan Kalijaga, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1994.3257.70-72

Abstract


Kutipan di atas menunjukkan bahwa tasawwuf mengandung pemikiran filsafat pula. Lalu apa bedanya pemikiran filsafat dalam tasawwuf dengan dalam ilmu filsafat? Filsafat adalah pemikiran secara murni. Tujuannya berusaha memahami segala sesuatu secara ilmiah. Jadi akal yang nomor wahid. Hal ini berbeda dengan tasawwuf. Karena tasawwuf bukan pemikiran murni seperti halnya filsafat. Akan tetapi setengah filsafat dan setengah agama atau kepercayaan. Atau dengan kata lain, tasawwuf adalah kepercayaan yang difilsafati. Jadi persis seperti tercermin dalam judul buku Ibrahim Hilal yang berbunyi AI-Tashawwuf al-Islami Bain al-Din wa al-Falsafah. Jadi merupakan filsafat keagamaan, bukan filsafat murni. Tujuannya bukan pemahaman secara ilmiah, akan tetapi rindu untuk mencari pengalaman bertemu muka dengan Tuhan secara langsung dan ber'asyiq-masyuq dengan Dia (an yatamatta'a bi 't-wushuli ila 'llah).


Full Text:

PDF


Copyright (c) 2022 S Simuh

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.