Memahami Kitab kuning Melalui Terjemah Tradisional (Suatu Pendekatan Tradisional terjemahan Pondok Pesantren)

Aly Abubakar Basalamah
State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1994.550.61-69

Abstract


Abd al-Wakil al-Darūbī mendefinisikan terjemah sebagai berikut:

التر جمة نقل الكلام من لغة عن الى لغة عن طريق التدرج من الكلمات الجزئية ثم الجمل ثم المعانى الكلية

Terjemah adalah mentransfer al-kalam dari satu bahasa ke Bahasa yang lain secara bertahap, dari bagian-bagian kata, kalimat, dan arti keseluruhan. Berangkat  dari  pengertian  terjemah di atas,  maka upaya  memahami  Kitab• Kuning (KK) bertolak dari memahami bahasa KK yaitu bahasa Arab sebagai bahasa  sumber  (BSu)  yang  memiliki  perbedaan  deogan  bahasa  Indonesia sebagai  bahasa  sasaran  (BSa).  Perbedaaan  di  sini bukan  hanya  perbedaan bahasa sebagai satu sistem struktur, tetapi juga berdasarkan perbedaan bahasa sebagai basil kebudayaan yang berbeda. Oleh karena itu, menerjemah itu tidak. sekedar mencari padanan  kata, makna leksikal, gramatikal dan sintaksis,  tapi perlu memperhatikan teks yang a.kan diterjemah, baik dari segi isi teks, ragam bahasanyadan  latar bela.kangnya kalau ada. Dari definisi  terjemah di atas juga nyata betapa penting memperhatikan perbedaan  satuan semantis  yang diletakkan dalam tatanan kata,  frase kalimat clan wacana.  Pembagian satuan semantis seperti ini akan tampa.k kegunaanoya jika kita menyadari  bahwa kata kadang-kadang  baru jelas artinya jika berada dalam  lingkungan   kata  lain,  misaloya  dalam  frase,  kalimat  atau  wacana. Begitu juga dengan  frase,  arti  frase baru jelas jika berada dalam lingkungan kalimat atau  wacana.  Kalimat  itu  seodiri,  yang  dianggap  mengandung   arti lengkap, sering pula tidak dapat diartikan secara tepat tanpa menempatkannya dalam lingkungan yang lebih luas, misalnya dalam ruang lingkup wacana. Abstraksi seperti ini kiranya yang dapat kita angkat dari model  terjemah KK yang telah menjadi sistem yang dianut oleh pondok pesantren kita di Indonesia untuk  memahami  KK yang  isinya  banya.k menyentuh  kaidah-kaidah agama Islam, baik yang menyangkut  aKidah, syari'ah, akhlak clan tasawuf sehingga ditempuh sistem terjemahan yang mementingkan  keutuhan stuktur BSu.


Full Text:

PDF


Copyright (c) 2022 Aly Abubakar Basalamah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.