Semiotik dan Penerapannya dalam Studi Sastra

Aly Abubakar Basalamah
State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1991.046.23-34

Abstract


Perkembangan penelitian sastra pada masa kini cukup menggembirakan. Di Fakultas Adab lAIN Sunan Kalijaga sendiri sejak beberapa tahun terakhir ada kecenderungan di kalangan para mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Arab memilih bidang sastra sebagai ajang penulisan skripsi. Hal ini tentu tidak terlepas dari adanya peningkatan bimbingan dalam bidang kajian dan penelitian sastra pada Fakultas Adab, baik terhadap para mahasiswa maupun para pengajar. Kita dilanda oleh berbagai pendekatan sastra, sehingga tidak jarang menurut pengamatan saya, mahasiswa mendapat kesukaran untuk memilih salah satu pendekatan. Mereka berlomba-lomba untuk memasukkan berbagai teori dan pendekatan ke dalam penelitiannya. Hasil penelitiannya menjadi begitu "canggih", sehingga sukar dipahami, bahkan oleh pembuatnya sendiri. Menurut hemat saya, betapapun canggihnya, teori itu hanya merupakan alat untuk melakukan penelitian, sehingga si pemakai perlu memahami cara menggunakannya. Deretan istilah atau definisi teoritis yang berupa tempelan atau hiasan belaka, hanya akan menurunkan mutu penelitian sastra. Salah satu pendekatan yang kini banyak dibicarakan adalah semiotik, yaitu ilmu tanda.


Full Text:

PDF


Copyright (c) 2022 Aly Abubakar Basalamah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.