Orientalisme Modernisasi dan Ekonomi-Politik Tiga Pendekatan Di dalam Studi Sejarah Islam Mesir Sebagai Kasus
UIN Sunan Kalijaga, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1989.038.60-66
Abstract
Di dalam mempelajari orientalisme, Edward B. Said menjumpai fakta-fakta yang membuat dia merasa tidak enak, dia menulis buku, orientalisme yang terbit pada tahun 1978. Saya itu memberikan definisi orientalisme sebagai “… disiplin ilmu di dalam mana oriental (Timur) dulu (dan sekarang masih) didekati secara sistematis sebagai topik ilmu pengetahuan, penemuan dan praktek.” (P. 73). Kata Orient memberikan suatu kategori lain ‘Occident’ (Barat). Orientalisme mengatakan bahwa ada perbedaan mendasar antara barat (Eropa yang disusul kemudian oleh Amerika) dan Timur (Asia). Di sini, Timur menggambarkan sebagai suatu gambar, ide, kepribadian, bahkan pengalaman yang kontras dengan Barat.
Full Text:
PDFCopyright (c) 2024 M Yusron

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






