Religious Leaders And Peace Building: The Role of Tuan Guru and Pedanda in Conflict Resolution in Lombok – Indonesia
State Institute for Islamic Studies (IAIN) Mataram, Indonesia, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2015.531.225-250
Abstract
[Pemimpin atau tokoh agama memiliki peran signifikan dalam merawat harmoni social, terutama di saat negara kurang memperoleh kepercayaan dari rakyat. Dalam sejumlah kasus kerusuhan social yang terjadi Lombok, Tuan Guru dan Pedanda memainkan peran penting dalam menciptakan kedamaian. Dengan otoritas mereka, Tuan Guru dan Pedanda mampu menenangkan massa. Dengan caranya sendiri, mereka mampu melokalisasi isu, sehingga eskalasi konflik tidak meluas menjadi kerusuhan yang massif. Artikel ini mendeskripsikan sejumlah upaya yang dikembangkan oleh Tuan Guru dan Pedanda dalam rangka bina damai di Lombok, seperti menenangkan jamaah; melokalisasi isu konflik agar massa tidak panic; mengingatkan keluraga atau anggota komunitas untuk menahan diri; mensosialisasikan nilai-nilai harmoni dalam agama, mempromosikan konsep “Semeton Sasak and Batur Bali” sebagai sebuah nilai persaudaraan antara orang Hindu-Bali dan Sasak-Muslim; menciptakan sanksi sosial bagi mereka yang melanggar kesepakatan bersama; dan meningkatkan efektifitas hukum adat yang dikenal dengan sebutan awik-awik.]
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agung, Anak Agung Ktut, Kupu-kupu Kuning yang Terbang di Selat Lombok: Lintasan Sejarah Kerajaan Karangasem 1661-1950, Denpasar: Upada Sastra, 1991.
“Bentrok antar Pemuda, Satu Tewas”, Lombok Post, Bali, 20 Dec 2012.
Budiwanti, Erni, Islam Sasak: Wetu Telu versus Waktu Lima, Yogyakarta: LKiS, 2000.
----, “Maintaining Identity and Inter-religious Tolerance: Cases Studies of Muslim Minorities in Lombok and Bali”, in Communal Conflicts in Contemporary Indonesia, ed. by Chaidar S. Bamualim and Karlina Helamnita, Jakarta: Pusat Bahasa dan Budaya IAIN Jakarta & The Konrad Adenauer Foundation, 2002.
Cederroth, Sven, The Spell of the Ancestors and the Power of Mekkah: A Sasak Community on Lombok, Göteborg: Acta Universitatis Gothoburgensis, 1981.
Coward, Harold and Gordon S. Smith (eds.), Religion and Peacebuilding, New York: SUNY Press, 2004.
“Di Mataram Konflik Antarkampung, Made Ardiyana Tewas”, BALIPOST.co.id, 3 Sep 2013, http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=33&id=74540, accessed 3 Sep 2013.
“Dua Kampung Di-’’Sweeping’’, Tujuh Warga Diamankan, Puluhan Sajam Disita”, Bali Post, Bali, 14 Sep 2005, http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/9/14/nusatenggara.html, accessed 6 Dec 2011.
Frerks, Georg and Bart Klem (eds.), Dealing with Diversity, Sri Lankan Discourses on Peace and Conflict, Netherlands: Netherlands Institute of International Relations “Clingendael”, 2005.
Howe, Leo, “Hinduism, Identity, and Social Conflict: The Sai Baba Movement in Bali”, in Hinduism in Modern Indonesia: Between Local, National, and Global Interests, ed. by Martin Ramstedt, New York: Routledge Curzon, 2004.
Israil, H. et al., “Dinamika Pluralisme Agama di Nusa Tenggara Barat”, Jurnal Penelitian Keislaman, vol. 1, no. 1, 2000, pp. 1–16.
Jaffrelot, Christophe, The Hindu Nationalist Movement and Indian Politics, New York: Columbia University Press, 1996.
----, “The 2002 Pogrom in Gujarat: The Post-9/11 Face of Hindu Nationalist and Anti-Muslim Violence”, in Religion and Violence in South Asia: Theory and Practice, ed. by John Hinnells and Richard King, New York: Routledge, 2007.
Kingsley, Jeremy, “Tuan Guru, Community and Conflict in Lombok, Indonesia”, Thesis, Melbourne: University of Melbourne, 2010.
“Lombok Timur Fasilitasi Desa Buat Awik-Awik”, ANTARANTB.com, 25 Dec 2010, http://www.antarantb.com/berita/14382/lombok-timur-fasilitasi-desa-buat-awik-awik, accessed 10 Feb 2012.
Malik MTT, Pura dan Masjid: Konflik dan Integrasi pada Suku Tengger, Jakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama, 2007.
Merriam, Sharan B. and Elizabeth J. Tisdell, Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation, San Francisco, CA: John Wiley & Sons, 2009.
Mustain and Mukhlis, Hubungan Hindu Muslim di Kota Mataram: Kajian Potensi Integrasi dan Konflik dalam Hubungan antaragama, Mataram: Lemlit STAIN, 2003.
Narayan, Deepa, “Bonds and Bridges: Social Capital and Poverty”, in Social Capital and Economic Development: Well-being in Developing Countries, ed. by Jonathan Isham, Thomas Kelly, and Sunder Ramaswamy, Cheltenham, UK1: Edward Elgar Publishing, 2002.
Abu-Nimer, Mohammed, Nonviolence and Peace Building in Islam: Theory and Practice, Florida: University Press of Florida, 2003.
Panggabean, Syamsu Rizal and Ihsan Ali-Fauzi, “Dari Riset Perang ke Riset Bina Damai”, in Polisi, Masyarakat dan Konflik Keagamaan di Indonesia, Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina, 2011.
----, “Dari Riset Perang ke Riset Bina Damai”, in Polisi, Masyarakat dan Konflik Keagamaan di Indonesia, Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina, 2011.
Patulny, Roger V. and Gunnar Lind Haase Svendsen, “Exploring the Social Capital Grid: Bonding, Bridging, Qualitative, Quantitative”, International Journal of Sociology and Social Policy, vol. 27, no. 1/2, 2007, pp. 32–51 [http://dx.doi.org/10.1108/01443330710722742].
“Perkelahian Antarkampung di Mataram, Dua Warga Cedera”, LIPUTAN6.com, 5 Jun 2002, http://news.liputan6.com/read/33667/perkelahian-antarkampung-di-mataram-dua-warga-cedera, accessed 17 Jul 2011.
Picard, Michel, “What’s in a Name? Balinese Hinduism in the Making”, in Hinduism in Modern Indonesia: Between Local, National, and Global Interests, ed. by Martin Ramstedt, New York: Routledge Curzon, 2004.
Putnam, Robert D., Robert Leonardi, and Raffaella Y. Nanetti, Making Democracy Work: Civic Traditions in Modern Italy, Princeton: Princeton University Press, 1993.
“Rentetan Amuk di Pulau Lombok”, KORANTEMPO.com, 1 Mar 2004, http://www.infoanda.com/followlink.php?lh=VVAFBVwFVFtR, accessed 31 Jan 2004.
Roof, Wade Clark, “Religion and Spirituality: Toward and Integrated Analysis”, in Handbook of the Sociology of Religion, ed. by Michele Dillon, Cambridge University Press, 2003.
Ryan, Bartholomew John, Alif Lam Mim: Kearifan Masyarakat Sasak, trans. by Imron Rasyidi, Yogyakarta: Tiawa Wacana, 2001.
Stewart, David W., Prem N. Shamdasani, and Dennis W. Rook, Focus Group Discussion: Theory and Practice, California: Sage Publications, 1990.
Suaedy, Ahmad (ed.), Politisasi Agama dan Konflik Komunal: Beberapa Isu Penting di Indonesia, Jakarta: The Wahid Institute, 2007.
Suaedy, Ahmad and Rumadi (eds.), “Mengawal Pluralisme di Tengah Kegamangan Negara”, in Politisasi Agama dan Konflik Komunal: Beberapa Isu Penting di Indonesia, Jakarta: The Wahid Institute, 2007.
Tim Puslitbang Kehidupan Beragama, Pemetaan Kerukunan Kehidupan Beragama Di Nusa Tenggara Barat, Jakarta: Badan Litbang dan Diklat, 2006, http://balitbangdiklat.kemenag.go.id/konten-download/konten-hasil-penelitian/konten-kehidupan-beragama/pemetaan-kerukunan-kehidupan-beragama-di-nusa-tenggara-barat.html, accessed 10 Feb 2012.
Varshney, Ashutosh, Ethnic Conflict and Civic Life: Hindus and Muslims in India, London: Yale University Press, 2002.
Wahbān, Aḥmad, al-Ṣirāt al-Irqīyah wa-Istiqrār al-Ālam al-Muāṣir: Dirāsah fī al-Aqalliyāt wa’l-Jamā‘āt wa-al-Ḥarakāt al-Irqīyah, al-Iskandarīyah: Dār al-Jāmi‘ah al-Jadīdah lil-Nashr, 1997.
Zakaria, Fathurrahman, Mozaik Budaya Orang Mataram, Mataram: Yayasan Sumurmas Al-Hamidy, 1998.
Copyright (c) 2015 S Suprapto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






