Islamisation as Legal Intolerance: The Case of GARIS in Cianjur, West Java
Sunan Kalijaga State Islamic University (UIN) Yogyakarta, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2016.542.393-425
Abstract
[Dalam praktiknya, gerakan Islamisasi yang dilakukan oleh beberapa organisasi Islam di Indonesia dapat memunculkan tindakan intoleransi, utamanya hal itu menimpa mereka yang menolak gerakan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, paper ini berusaha untuk menganalisis program-program Islamisasi hukum yang dilakukan oleh Gerakan Reformis Islam (GARIS) di Cianjur, Jawa Barat sejak mula berdirinya organisasi ini di awal 2001 dan kecenderungannya kepada perilaku intoleransi kepada kelompok lain. Gerakan Islamisasi dari GARIS ini dikaji berdasarkan pada tiga program mereka yang paling utama yaitu: usulan perbaikan terhadap draf amandemen hukum pidana Indonesia, gerakan perlawanan terhadap kristenisasi, dan perlawanan terhadap kelompok Ahmadiyah. Melalui kajian yang mendalam terhadap organisasi ini, kita dapat melihat bagaimana program Islamisasi hukum tersebut dilakukan dengan kesungguhan di lapangan sehingga dapat meraih hasil sesuai dengan yang dicanangkan. Apa yang dapat kita lihat dari fenomena ini sejatinya bukanlah pergumulan teori hukum namun lebih sebagai perhelatan politik, karena pada praktiknya gerakan Islamisasi hukum itu lebih menonjol sisi gerakan politiknya ketimbang hukumnya.]
Keywords
Full Text:
PDFReferences
A/RES/36/55. Declaration on the Elimination of All Forms of Intolerance and of Discrimination Based on Religion or Belief, 10 Feb 2017, http://www.un.org/documents/ga/res/36/a36r055.htm, accessed 10 Feb 2016.
Buehler, Michael, “Shari’a and Social Engineering: The Implementation of Islamic Law in Contemporary Aceh, Indonesia by R. Michael Feener (review)”, Indonesia, vol. 98, no. 1, 2014, pp. 147–52 [http://dx.doi.org/10.1353/ind.2014.0014 ].
“Cianjur Semakin Tampak Religius”, Kompas.
Cowan, J. Milton, Arabic-English Dictionary: The Hans Wehr Dictionary of Modern Written Arabic, 3rd edition, Ithaca, NY: Spoken Language Services, 1976.
Hasani, Ismail, Radikalism Agama di Jabodetabek & Jawa Barat: Implikasinya terhadap Jaminan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan, Jakarta: Publikasi Setara Institute, 2001.
Lau, Martin, “The Re-Islamisation of Legal Systems”, in The Ashgate Research Companion to Islamic Law, ed. by Rudolph Peters and Peri Bearman, England and Burlington: Ashgate, 2014,
Lindsey, Timothy, Islam, Law and the State in Southeast Asia, vol. I, London and New York: I.B. Tauris, 2012.
Lukito, Ratno, Legal Pluralism in Indonesia: Bridging the Unbridgeable, London and New York: Routledge, 2013.
Makruf, Jamhari and Iim Halimatussa’diyah, Shari’a and Regional Governance in Indonesia: A Study of Four Provinces, SSRN Scholarly Paper, no. ID 2459826, Rochester, NY: Social Science Research Network, 2014.
Platzdasch, Bernhard, Islamism in Indonesia: Politics in the Emerging Democracy, Singapore: ISEAS Institute of Southeast Asian Studies, 2009.
Price, Daniel E., Islamic Political Culture, Democracy and Human Rights: A Comparative Study, Westport, Connecticut: Praeger, 1999.
Suprapto, Rohmat, Syariah “Kacapi Suling” & Syariat Progresif: Pergulatan Politik dan Hukum di Era Otonomi Daerah, Yogyakarta: Samudra Biru, 2011.
Usulan Perubahan RUU KUHP Hasil Musyawarah ‘Alim Ulama se Jawa Barat yang Diwakili oleh Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Cianjur, 10-18 Ramadan 1422--26 Nopember-3 Desember 2001, Cianjur, 2001.
Copyright (c) 2016 Ratno Lukito

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







