Quo Vadis Acehnese Shari’a: A Critical Approach to the Construction and Scope of Islamic Legislation
1 State Islamic Institute of Lhokseumawe, Indonesia
2 University of Malaya, Malaysia
3 State Islamic Institute of Lhokseumawe, Indonesia
* Corresponding Author
DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2022.602.621-654
Abstract
The main purpose of implementing Shari’a is to benefit humanity in all areas of life in this worldly life and the hereafter. Based on this circumstance, this article critically sheds light on the existing implementation of Acehnese Shari’a by examining its scope and the existing qanun issued to seek that purpose. This article is grounded in a qualitative research query with a reflective approach. This study finds that the existing scope of the Acehnese Shari’a has not responded to the ideal of Shari`a, which is based on maqashid presumptions; dharuriyat, hajiah and tahsinat. The results of this study indicate that the application of Shari’a in Aceh is far from the goal of ideal Shari’a for its application does not cover every aspect of life, but is limited to only covers legal aspects (punishment). This study also shows that Acehnese Shari’a has not ruled over political affairs, governing system, health issues, economic matters, and defense issues. Therefore, the scope of Acehnese Shari`a implementation should be reconstructed in order to respond to the ideal Shari’a, which is universal and inclusive.
[Tujuan utama penerapan syariat Islam adalah untuk mencapai kemaslahatan umat manusia dalam segala bidang kehidupan di dunia dan di akhirat. Berdasarkan hal tersebut, artikel ini mencari peta implementasi penerapan syariat Islam di Aceh antara idealisme dengan realitas kekinian. Metode penelitian dalam artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan reflektif. Kajian ini mencerminkan cita-cita penerapan syariat Islam di Aceh dengan realitas yang terjadi, kemudian menyajikan roadmap agar syariat Islam dapat diterapkan di Aceh sesuai dengan ide dasarnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan syariat Islam di Aceh jauh dari tujuan syariat Islam karena syariat Islam tidak muncul kecuali di bidang hukum (hukuman), dan juga kajian ini menunjukan bahwa syariat Islam di Aceh belum menyentuh permasalah politik, pemerintahan, kesehatan, ekonomi, pertahanan, pendidikan, sosial budaya, dan lingkungan, Oleh karena itu, peta implementasi harus direkonstruksi untuk menerapkan syariat Islam yang sesuai dengan cita-cita penerapan syariat Islam di Aceh]
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdillah, Masykuri and et. al., Formalisasi Syari’at Islam di Indonesia: Sebuah Pergulatan yang Tak Pernah Tuntas, ed. by Ian Suherlan, Jakarta: Renaisan, 2005.
Anwar, Syamsul, Pelaksanaan Syariat dalam Konteks Indonesia dan Kontribusi Pendidikan Tinggi Syariah, Jakarta: RM Books, 2007.
Audah, Jasser, Maqāshid al-Shari’ah li al-Tashrī’ al-Islāmy: Ru`yah Mandzumiyyah, London: al-Ma’had al-Ālamy li’-Fikr al-Islāmy, 2007. .
BPS Aceh, Aceh Dalam Angka, Banda Aceh: BPS Aceh, 2019.
Danial, Syariat Islam dan Kekerasan di Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias, 2006.
----, “Fikih Iran dan Aceh: Studi Analisis Konsep Pemidanaan dalam Hukum Pidana Iran dan Aceh”, PhD. Dissertation, Yogyakarta: Gadjah Mada University, 2015.
Dhuhri, Saifuddin, “Sharia as Local Theology: Reflection on Acehnese Culture and Identity”, Ulumuna, vol. 19, no. 2, 2015, pp. 437–62 [https://doi.org/10.20414/ujis.v19i2.335 ].
Dhuhri, Saifuddin and Tarmizi Jakfar, “Māturīdite Kalam among Southeast Asian Ash`Arite: A Synthesis of Māturīdite Influences on Dayah’s Theology”, Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, vol. 58, no. 2, 2020, pp. 391–418 [https://doi.org/10.14421/ajis.2020.582.391-418 ].
Feener, R. Michael, “Social Engineering through Sharī’a: Islamic Law and State-Directed Da’wa in Contemporary Aceh”, Islamic Law and Society, vol. 19, no. 3, 2012, pp. 275–311 [https://doi.org/10.1163/156851911X612581 ].
Hermansyah, Adi, “Kebijakan Penanggulangan Kejahatan dengan Pidana Badan (Corporal Punishment) di Indonesia; Studi Kasus di Nanggroe Aceh Darussalam’’, Master Thesis, Semarang: Diponegoro University, 2008.
Ibn ‘Ashūr, al-Imām Muhammad al-Thāhir, Maqāshid al-Sharī’ah al-Islāmiyyah, Tunis: Dar al-Salām, 2006
Ibn Mas’ud al-Ayyubi, Muhammad Sa’d, Maqāshid al-Shari’ah al-Islāmiyyah, Riyadh: Dar al-Hijrah, 1998.
Ichwan, Moch Nur, ‘Official Ulema and the Politics of Re-Islamization: The Majelis Permusyawaratan Ulama, Sharī;atization and Contested Authority in Post-New Order Aceh’, Journal of Islamic Studies, vol. 22, no. 2, 2011, pp. 183–214.
Indonesian Central Bank in Aceh, Economic Report from Aceh, August, 2019
Isa, Abdul Gani, ‘Formalisasi Syariat Islam dan Perwujudannya dalam Sistem Hukum Indonesia’, PhD. Dissertation, Banda Aceh: IAIN Ar-Raniry, 2012.
Jailani, Munawar Rizki and Mohammad Taqiuddin Mohamad, ‘Analisis Penerapan Syariat Islam Dalam Sektor Perbankan Pasca Pelaksanaan Syariat Islam Di Aceh, Indonesia’’, Jurnal Syariah, vol. 27, no. 2, 2019, pp. 261–80 [https://doi.org/10.22452/https://doi.org/10.22452/js.vol27no2.3 ].
al-Jauziyaah, Ibn al-Qayyim, I’lām al-Muwaqqa’īn ‘an Rab al-‘Ālamīn, Beirut: Dar al-Jeil, 2006.
Ka’bah, Rifyal, Penegakan Syariat Islam di Indonesia, Jakarta: Khairul Bayan, 2004.
Kamarusdiana, “Qânûn Jinâyat Aceh dalam Perspektif Negara Hukum Indonesia”, AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah, vol. 16, no. 2, 2016, pp. 151–62.
Murziqin, Ramzi, “Otonomi Khusus dan Papua dan Aceh sebagai Perwujudan Implementasi Peranan Hukum dalam Kesejahteraan Masyarakat”, Universitas Gadjah Mada, 2014.
Nashir, Haedar, Gerakan Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia, Jakarta: PSAP Muhammadiyah, 2007.
Norrohman, “Hukum Islam dan Perlindungan Hak Asasi Manusia: Studi atas Problematika Formalisasi Syariat Islam di Dunia dan di Indonesia”, presented at the Annual Conference on Islamic Studies (ACIS), Pekanbaru, 21 Nov 2007.
Nurdin, Ridwan, “Kedudukan Qanun Jinayat Aceh dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia”, MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, vol. 42, no. 2, 2019, pp. 356–78 [https://doi.org/10.30821/miqot.v42i2.542 ].
Pengabean, Samsu Rizal and Taufiq Adnan Amal, Politik Syariat Islam dari Indonesia hingga Nigeria, Jakarta: Pustaka Alvabet, 2004.
Potensi, Preferensi, dan Prilaku Masyarakat terhadap Bank Syariah di NAD, Banda Aceh: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias, 2006.
Qotadah, Hudzaifah Achmad and Adang Darmawan Achmad, “Undang-Undang Jinayat Syariat Islam di Aceh: Antara Implementasi, Isu dan Tantangan”, ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, vol. 14, no. 2, 2020, pp. 171–94 [https://doi.org/10.15575/adliya.v14i2.9246 ].
Rani, Faisal A., Pembentukan Qanun Anti Korupsi Perspektif Prinsip dan Norma Syariat, Banda Aceh: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias, 2006.
Rosyadi, Rahmat and M. Rais Ahmad, Formalisasi Syari’at Islam dalam Perspektif Tata Hukum Indonesia, Bogor: Ghalia Indonesia, 2006.
Salim, Arskal, “Dynamic Legal Pluralism in Indonesia: Contested Legal Orders in Contemporary Aceh”, The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, vol. 42, no. 61, 2010, pp. 1–29 [https://doi.org/10.1080/07329113.2010.10756640 ].
al-Shathibi, Abu Ishaq, al-Muwāfaqāt fī Ushūl al-Sharī’ah, Cairo: Mushthofa al-Halabi, 2015.
Sirajuddin M, “Pemberlakuan Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam Pasca Reformasi”, PhD. Dissertation, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2010.
Srimulyani, Eka et al., “Diasporic Chinese Community in Post-Conflict Aceh: Socio-Cultural Identities, and Social Relations with Acehnese Muslim Majority”, Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, vol. 56, no. 2, 2018, pp. 395–420 [https://doi.org/10.14421/ajis.2018.562.395-420 ].
Syah, Ridhwan, “Penghukuman dan Perlindungan HAM dalam Hukum Pidana Islam’, IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2012.
Zuhaily, Musthofa, al-Tadarruj fī al-Tashrī’ wa al-Tahbīq fī al-Sharī’ah al-Islāmiyyah, Kuwait: al-Majlis al-Wathany al-Tsaqafy al-Adaby, 2022.
Copyright (c) 2022 Danial Danial, Mahamatayuding Samah, Munawar Rizki Jailani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






